Featured

MENANTI KAU DATANG KEMBALI

This is the post excerpt.

Aku masih sini, di ujung jalan ini, tempat dimana kita biasa menghabiskan waktu bersama selami malam hingga subuh menjemput mentari. Takkan ada lelah dihati yang terbesit untuk berhenti mengharapkan kedatangannu dewiku 

Tahu engkau, saat ini aku menunggumu datang menyambangiku, menemaniku, bercerita tentang kita dan alam yang menyatu walau hanya cinta dalam angan di kegelapan malam

kasih….

andai saja kau tahu. Bahwa betapa kepergianmu mengundang luka yang begitu pedih. Suram hatiku tak bercahaya karena kau membawa pergi cahaya penerangnya. Kuharap kau sudi kembali ketempat ini membawa cahaya penerang hatiku

Andai mungkin kau tak kembali. Betapa gelapnya hidupku. Betapa tersiksanya aku, berjalan ditengah gelapnya malam tanpa secercah kirana petunjuk peneran jalanku

 Kasih….
datanglah, suara hatiku lirih memanggilmu. Tak adakah rasa iba dihatimu yang tersisa untukku walau barang secuil pun? Jika demikian sungguh tega kau tak berperasaan. Tapi semoga saja, masih ada serbuk serpihan belas kasih yang tersisa dihatimu untukku dikala malam gelap menyapamu yang membuat dirimu mengingatku dan tempat ini. Mengingat kenangan kita berdua, bahwa dipenghujung senja disambut gelap kita berdua biasa habiskan waktu ditempat ini
NPT. 13/10/2017

post

CITRA PALSU SANG RAJA MEMIKAT RAKYAT HUTAN

Satu persatu rakyat hutan diabsen

Satu persatu rakyat hutan nenyahut

Hadir raja

Tungkas, rakyat pada sang raja
Menyeringai singa dengan senyum bangga

Rakyat hutan menimpal dengan senyum goda

Bangga rakyat hutan

Rajanya menyapa
Long long serigala bertanya

Ada apa tuan raja

Tumbeng saja kita dikumpulkan

Mendadak begini
Pesta pemilihan akan digelar

Harimau menuntut alih kekuasan

Kasihan rakyat jelata 

Jika harimau jadi pemegang pucuk pimpinan hutan
Tentunya tragis bukan 

Jika harimau melahap rata rakyat jelata kala ia lapar

Iba bukan?

Begitu sang singa meyakinkan serigala saat ia bertanya
Pesta pun dimulai

Pertarungan semakin sengit

Hingga tiba saat suara rakyat direkeng

Alhasil, singa tak teroposisi

Tetap jadi penguasa hutan
Tiba masa 

Sang serigala menagih janji pada sang raja

Tapi ironi, sang raja 

Tak kunjung muncul lena dengan kekuasaan
Meraung sang serigala

Sumpah serapah gamlang dilantangkan

Tapi sang singa raja hutan

Masih bersembunyi dibalik kekuasaan
NPT. 18/10/2017

DEMOKRASI ITU DAMAI

17/10/2017, Makassar. 

Siang masih membahana dengan sinarnya. Sengatan sengitnya masih merengkuh semesta. meski segerombolan awan terus berlarian, berrak condong kebarat

Tetiba telpon berdering beringas, lantang hendak memecah gendang telinga. Bising tak berhenti nyerocos. Kalau saja tidak kusambangi dengan sigap mungkin terus berceloteh gemuruh

Assalamualaikum wr wb, tungkas karibku dengan suara tangkas. Waalaikumussalam wr wb. Jawapan menimpali. Sudah menjadi budaya terdisi kami, setiap memulai cakap ditelepon pasti diawali dengan sapaan salam penyelamat yang kami yakini dalam ajaran agama kami, islam.

Saling tukar kabarpun kami langsungkan. Mulai dari posisi sampai pada kabar yang terlewat hari kemarin

Eh, saya dengar isu kirsuh politik makin membuncah pasca pesta demokrasi digelar ditempatmu? Tanya karibku membuka pembicaraan baru. Ia nih, itulah yang setiap detik palaku selalu pening memikirkan polemik itu, sergahku rada lemasa. Bagaimana ditempatmu? Amankan? Tanyaku balik. Iya dong, dengan riang ia menjawab

Salut aku pada tempatmu. Begitu paham akan arti demokrasi dan cara memposisikannya sebagai pesta yang harus dijunjung tinggi sebagai hak perseorangan, kataku memuji tempat karibku. Seringai gelak sedang pun dilayangkan kawanku. Lanjut ia berkata kesadaran masyarakatlah yang membuat kirsuh demokrasi aman ditempatku. Bahkan calon yang kalah itu lo, yang memproklamirkan calon yang terpilih, tuturnya, membuat aku semakin terkagum pada masyarakat yang bermukim ditempat mukimnya

Yang paling mengejutkan aku, saat dia mengatakan, ada salah satu calon yang kalah (incumbent), melontarkan kata pada calon yang terpilih ; titip untuk melanjutkan pembangunan “andik”, (adek). Waaaaaaooooowwww, kataku, takjub akan kesadaran incumbent tersebut dalam memaknai pertarungan dalam pesta demokrasi.

percakan kami berakhir. Seketika karibku mengeluh changer handphonenya habis. Handphone lobet atau pulsa yang sekarat. hehehe tertawa ledek teman

Mengambil hikmah percakapan kami. Dapatlah kita menarik artisimpul, bahwa betapa pentingnya sebuah kesadaran dijujung tinggi ageng pesta demokrasi. Maka pencerahan politik adalah taktik strategi yang paling ampuh dijadikan dasar pemahaman untuk menyadarkan masyarakat. Agar disetiap berhadapan dengan pesta demokrasi kedepannya dalam masyarakat tidak lagi terjadi konflik yang meresahkan masyarakat.
NPT. 18/10/2017
  

 

PAYUNG TIRANI

Pada semburat citra 

Ia berpayung

Bertakzim pada janji

Begitu para begundal

Mengisolasi jelata
Kizib laku pada senyum pemikat

Ditebar sepanjang jalan

Terpana si dunguh yang tak tahu

Pada racun terbungkus madu
Tiba jelata menjerit

Terkoyak tertindas tirani

Sumpah serapat tiada habis

Tapi tikus begundal kebal sentilan
Tak ada Kritisan

Pun malu sudah tak ada

Haus harta membabi buta

Tak peduli hak siapa
Hari ini siapa korban

Lusa cari korban lagi

Tak habis penindasan

Karena tikus terus bertambah
NPT. 17/10/2017

TERPERANGKAP RINDU

Begitu cekatan rindu 

Nenyeludup kedalam hati

Selincah halintar mengambar

Pada awan hitam yang mendekap butiran rinai hujan
Tak tahu bagaimana cara berkizib

Sebab rindu terus bersahut-sahutan

Pernah kucoba untuk berlari

Dekap erat rengkuhan lengan rindu

Pun, semakin kokoh melilit menjaringku
Hanya saya berkhidmat

Barangkali Tuhan pemilik semesta bermurah hati

Menabahkan hati yang terhujam    rindu

Agar siksa takberkepanjangan
NPT. 18/10/2017

KURAPAL BAYANGMU BERSAMA KOPI HITAM

Pada beranda rumah kubersemburat
Merenungi sang tuan hati yang semakin mengelap

Ingin kurangkul bayangnya

Sigap gelap menenggelamkanya
Sesekali kuseruput kopi hitam

Yang sedari tadi duduk bersemringah disampingku

Terpukau angan 

Renung pun berkepanjang
Melanglang imajinasi semakin liar

Saat dirangsan paksa sang kopi hitam

Terkuak hati merapal bayang sang tuan hati

Tersongsong rindu yang semakin membahana
Kukepakkan sayap yang pernah patah

Kujajal seluruh sendi semesta

Tak tersisa ruang tersembunyi

Kutapaki mencari bayangmu yang mengabur 
NPT. 16/10/2017